Rebound

Do your best, and you'll get what is best for you

Ada

leave a comment »

Tak usah kau khawatir akan aku.
Ada ia yang akan sangat khawatir padamu, jika ia tau kau khawatir padaku.
Khawatirlah padanya 🙂

Written by fusuysamid

20 January, 2011 at 3:06 pm

Posted in macroplurking

“I Am Lying”

leave a comment »

If it were false, it means that I was telling the truth. It contradicts the statement itself.

If it were true, it means that the statement (I am lying) was a lie. Since it’s a lie, so I must have told you a truth. It contradicts the statement itself.

Written by fusuysamid

28 November, 2010 at 11:39 pm

Posted in macroplurking

an attempt to answer “if everything has been written down, so why worry?”

leave a comment »

Banyaaaaaaak (SERING) sekali kutipan tersebut ditulis
lagi dan lagi

Dan aku pun mulai muak karena jujur saja aku tak setuju dengan bagian ‘everything‘.

if everything has been written down, so why worry?                 (original quotation)

Hingga malam ini, aku mencoba untuk meresapi maknanya,
Atau setidaknya memaknainya jikalau ternyata kata-kata itu tak bermakna.

Aku perhatikan mereka

Yang menulisnya,
Yang mendendangkannya,
Yang menjadikan itu judul post di blog-nya
Yang juga mencoba memaknainya

Hampir semuanya,
Bahkan aku belum mendapatkan penyangkal dari ‘semuanya’ agar aku layak menggunakan kata ‘hampir’

Semua orang2 itu

Baru saja dirundung derita
Over-expectating dan lalu kecewa
Dan sejenisnya

dan lalu merasa worry
dan ingin mencari pembenaran bahwa sesungguhnya mereka tidak perlu worry

Well, tampaknya aku gagal memahami maknanya

Baiklah, akan kucoba memberinya makna

Aku mulai dari kata pertama :

if

Melihat kata2 yang mengikutinya tidak mendukung untuk terbentuknya suatu pernyataan, maka aku menafsirkan bentuk yang ingin dinyatakan oleh orang2 itu adalah

if everything has been written down, then worry is needless                 (rephrased)

Hal pertama yang menjadi sasaran tembak di pikiranku adalah konsep logika, dimana pernyataan ‘if P then Q‘ selalu bernilai benar,
Jika P selalu bernilai SALAH.

Ooooh.. Maka bisa jadi ketidaksetujuanku pada ‘everything‘ sudah pada tempatnya,
Dimana jika ‘everthing has been written down‘ adalah suatu pernyataan yang salah, maka semua kemunculan itu adalah benar,
Dan (yang semoga) bentuk rephrased adalah bentuk yang ekuivalen dgn original quotation, maka semua kemunculannya adalah benar,
Sehingga boleh2 saja orang2 itu menuliskannya atau mendendangkannya,
Dan hanyalah rasa muakkulah yang tidak sepantasnya ada

Argumen diatas bertahan hingga aku membaca kutipan berikut

The pen has been lifted, the paper has been dried

Sekejab, segalanya nampak jelas kepadaku
Jawaban dari kata tanya ‘why‘ pada bentuk kutipan mula2
Tak perlu upaya menuliskan kembali
Tak perlu hukum2 logika
Jawabannya sederhana, sangat sederhana hingga aku tak mampu menyadarinya lebih cepat

Entah jawaban ini benar atau tidak, hanya Tuhan yang tahu

Aku hanya berharap, jawaban yang kuberikan ini bisa menjadi sedikit penghibur bagi mereka
Sehingga mereka tidak lagi menanyakan hal yang sama

if everything has been written down, so why worry?

Because
it (the worrying, done by you)
has been written
as well

Wallahu a’lam bishawab

Written by fusuysamid

27 September, 2010 at 10:08 pm

Mata,

leave a comment »

segala puji bagi Allah, yang telah memberi hamba
sepasang mata yang sempurna
walau diterpa biasan lensa
tak apa, itu tanda menua

mata untuk melihat tanda2
mata untuk menerka makna umpama
mata untuk menjaga nilai dan norma

maafkan hamba ya Allah
yang matanya

gembira saat berzina

menangis sedih saat Kau lindungi dari dosa

mengabdi pada hal2 durjana yang mencipta khayalan semu miskin asa dan logika

Al-Maidah 118

118. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Written by fusuysamid

16 September, 2010 at 6:55 am

Posted in macroplurking

Rejected

leave a comment »

Baru-baru ini saya menawarkan bantuan kepada seseorang. Ikhlas. Tanpa berharap imbal balik. Dan ditolak. Alasan yang ia ajukan adalah tidak nyaman dengan perasaan berhutang dsb. Hmm.. Walau saya menganggap itu alasan yang aneh, namun masih bisa diterima akal sehat.

Alhamdulillah saya hanya menawarkan bantuan, bukan yang lain-lain.

Namun dengan mengambil analogi, saya lalu menyadari bahwa berada pada posisi seseorang yang menawarkan sesuatu

baik itu cinta

baik versi monyet maupun versi mendatangi orang tua si target dan menyatakan niat untuk meminang

baik itu lamaran pekerjaan

baik versi departemen pemerintah maupun casting untuk acara adu bakat

baik itu friend request

baik di dunia nyata maupun di situs pertemanan

dan kemudian ditolak, maka ada dua pihak yang siap menabur cacian, yang mana yang memberi tergantung dari cara kita menyikapi penolakan tersebut

jika kita mengikhlaskan penolakan tersebut, maka pihak yang satu akan menghakimi kita sebagai orang yang lemah dan mudah menyerah

jika kita pantang menyerah dan mencoba kembali pada target yang sama, maka pihak yang satu lagi akan menghakimi kita sebagai orang yang tidak sadar diri alias perlu sering-sering berkaca.

Hmm…

Written by fusuysamid

6 September, 2010 at 2:28 pm

Posted in questioning

cheap

leave a comment »

dendang ini berkisah tentang apa2 yang mudah didapat
yang mungkin hanya dengan mengucap permintaan
atau bahkan kau tak perlu berucap?
yang mungkin hanya dengan memasang wajah memelas
atau mungkin kau tak perlu berwajah?
yang detik ini juga sedang kau nikmati
terlalu nikmat hingga tak kau sadari

apa2 yang kita anggap merupakan bagian dari kebiasaan

sahur yang nikmat
kasur yang empuk
pendidikan yang memandaikan

apa2 yang kita anggap semua orang bisa mendapatkannya

udara segar
air bersih
rasa aman
kemerdekaan

semakin mudah mendapatkannya, semakin rendah rasa syukur kita

apa2 yang kita anggap memang seharusnyalah kita mendapatkannya

kasih sayang orang tua
maaf dari sahabat
pengertian dari kekasih

semakin mudah mendapatkannya, semakin rendah imbal balik kita

bersyukurlah
ada, ada entah di belahan bumi yang mana
bahkan mungkin sangat dekat dengan kita,
yang telah kehilangan itu semua

Written by fusuysamid

6 September, 2010 at 1:54 pm

Posted in macroplurking

DPR Thread

with one comment

Post ini terinspirasi dari beberapa postingan teman-teman terkait (penolakan) rencana pembangunan gedung baru DPR.  Hingga akhirnya saya membaca curcol di sini. Dan saya pun tergerak untuk menulis pendapat saya mengenai proyek tersebut.

Kalo menurut saya sih, bikin gedung baru OK-OK aja, kan masyarakat Indonesia termasuk yang gemar berkembang biak, jadi jumlah perwakilannya di DPR pasti nambah, jadi suatu saat pasti itu gedung warna ijo bakal overloaded, jadi bagaimanapun pasti bakal perlu gedung baru.

Tapiiiii, itu kan kalo kepake, ampe bisa overloaded, lha wong rapat aja banyakan kursi kosong daripada kursi isi koq??

Wacana lainnya adalah memperbesar ruang kerja menjadi (dengar2 sih) 120m2 per anggota, dengan asumsi ruangan itu bakal diisi dirinya, 1 orang asisten pribadi dan 2 orang staf ahli. Tentunya dengan fasilitas yang sangat menyamankan.

Kalo emang ini mau direalisasikan, saya minta itu tiap ruangan dikasi CCTV, dan saya siap nemenin satpam untuk jadi tukang pantau :). Takutnya pagi2 ada asisten pribadi mbuka gorden sambil bilang “Sudah pagi, Pak..”. Wkwkwkwk

Written by fusuysamid

3 September, 2010 at 8:15 am

Posted in questioning