Rebound

Do your best, and you'll get what is best for you

Archive for the ‘storyboard’ Category

Ramadhan 8th

leave a comment »

Jadi khotib pada acara khutbah pra-taraweh malam itu membahas tentang rukun ibadah. Katanya sih rukun ibadah ada dua :

  • Kecintaan pada yang diibadahi
  • Kerendahdirian pada yang diibadahi

Terkait poin pertama yaitu kecintaan, khotib bercerita ttg sebuah hadits yang menjelaskan 3 poin yang harus dimiliki agar kita bisa menikmati indahnya iman.

  1. Cinta kita kepada Allah SWT haruslah lebih besar dari kecintaan kita ke hal lainnya, dimana pada urutan ke dua adalah cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW.
  2. Jika kita mencintai hal lainnya (istri, suami, anak, pekerjaan dsb) haruslah kita mencintai hal tersebut karena Allah.
  3. Kita membenci kemaksiatan, sebagaimana kita tidak suka jika kita dihadapkan pada neraka sedang kita akan dimasukkan ke dalamnya.

Khatib lalu menjelaskan satu-per satu 3 poin tersebut, yang mana dalam post ini dikemas dalam bahasa penulis.

-1-Cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad

Jika kita mencintai sesuatu, apapun yang ia minta, kita tidak akan merasa terbebani dalam memenuhi permintaannya itu. Semakin sering ia meminta, kita bukannya semakin menjauhi, malah semakin mendekat kepadanya. Misal kita cinta pada istri kita, dia minta baju kita beliin, minta dianter kesana kemari kita anterin, bahkan minta durian tengah malam dengan alasan ngidam, itu juga kita payah2 cariin. Bos kita di kantor minta itu kerjaan di beresin, tapi si istri minta dijemput, berhubung rasa cinta kita terhadap istri lebih besar daripada rasa cinta kita ke pekerjaan (ditambah emang ada keinginan buat ngabur dari kantor), maka kita memilih memenuhi permintaan istri dibandingkan permintaan pekerjaan kita.

Nah sekarang kalau memang kita mencintai Allah lebih besar daripada kita mencintai hal lainnya, tentunya apapun yang diminta oleh Allah akan kita bela-belain buat kita penuhi. Misal nih, kita lagi di GBK, berhubung tim bola kesayangan kita mau ada pertandingan nih ntar malem. Demi mewujudkan rasa cinta kita ke tim kesayangan kita itu, kita bela-belain dari jam stg 6 sore udah ngetem di bangku stadion, padahal itu pertandingan baru kick-off 7.15. Sekitar jam 6an eh udah masuk waktunya solat Maghrib nih, etapi

  • ini bangku udah pewe banget
  • lagian nanggung banget buat ditinggal ntar susah lagi ke sini nya
  • lagian mushola nya pasti penuh banget
  • lagian dst dst
  • lagian guwe dari luar kota ini, boleh donk pake hak buat numpuk solat di akhir ho ho ho

jadi aja deh ngetem di bangku itu. Jam 7.15 akhirnya pertandingan pun di mulai dan kita terbuai menyaksikan tim bola yang paling kita cintai itu. Hore tim kita menang 5-2 macam Benfica ngalahin Real Madrid. Pulang-pulang capekk, dah ga ada lagi inget kalo tadi udah buang solat Magrib, boro-boro gitu, inget kalo belum solat Isya trus ampe rumah solat aja masih diragukan. Adanya juga paling hadoh capek banget tapi belum solat Isya nih yawda bobo dulu bentar ya dan kemudian seperti bisa diduga adalah bangun pukul lima pagi lewat sekian (dimana sekian itu bisa sepuluh menit, satu jam, dua jam..) di hari berikutnya.

Ya kisah diatas menandakan bahwa rasa cinta kita kepada Allah SWT masih sangat lemah dibandingkan dengan rasa cinta kita kepada hal selain Allah. Rasa cinta yang demikian ini, membawa kita kepada yang namanya syirik. Emang bete kan kalo pacar kita ngeduain kita ama yang lain, ato kalo suami/istri kita selingkuh. Makanya wajar aja tuh ada ayat An-Nisaa :48.

(nb : kisah di atas ga cuma buat nonton bola, berlaku pula untuk nonton konser artis korea ataupun nonton The Dark Knight Rises yang berdurasi 164 menit sementara teater tsb mulainya pukul 17.00)

-2-Mencintai makhluk karena Allah

Nah yang ini nih yang paling cool buat diucapin. “Aku mencintaimu karena Allah”. Aduuh cocwit banget yang didahului atau kemudian dilanjutkan dengan solat berjamaah.

Kalau kata khotibnya sih, memang yang satu ini gampang diucapkan tapi biasanya kita tidak punya underlying data tentang bagian “karena Allah” nya. Aku mencintaimu sih iya, trus biar lebih cantik dikemaslah dengan embel-embel “karena Allah”. Khotib lalu menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “mencintai karena Allah” itu adalah

mencintai suatu hal karena Allah mencintai hal tersebut

Misalnya kita punya artis Korea kesayangan, kita pasti ngikutin terus apa-apa yang dia suka : single terbaru, model baju, gaya rambut, sepatu, kendaraan, hingga cara pelukan dan ciuman dst dst. Nah karena kita cinta sama artis ini, maka kita pun pengen banget punya/ngikutin hal-hal yang si artis tsb cintai.

Wah liat deh LG rilis hape baguss artis nya si Siwon Suju, trus kita beli. Sbnrnya guwe ga suka-suka banget ama modelnya, guwe juga ga ngerti spesifikasi teknisnya gimana tapi berhubung si Suju pake itu yawda guwe yakin itu pasti bagus.

Konsep tersebut persis sama dengan konsep mencintai sesuatu karena Allah. Jika kita cinta pada istri kita karena Allah, itu berarti karena Allah cinta pada istri kita itu. Mengapa Allah bisa mencintai istri kita itu? Bukan karena ia cantik, bukan karena ia tajir, tapi

[2][1]إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Jadi sebelum kita bisa pantas mengucapkan “aku mencintaimu karena Allah” sebelumnya mesti kita periksa dulu, apakah benar kita mencintainya karena adab dan akhlaknya membuat Allah mencintainya, atau hanya sekedar karena figures & attires nya.

-3-Benci terhadap kemaksiatan layaknya kita melihat neraka

Kayaknya memang sudah bawaannya manusia itu ingin terlihat baik di mata manusia lainnya. Seorang anak ingin terlihat baik di mata orang tua, waktu pulang mudik lebaran tiap malam ngaji beresin satu juz ampe malam traweh terakhir. Seorang sosialis ingin terlihat baik di mata teman, temen ngajakin dugem malam-malam hayu aja demi kebersamaan (trus paginya nabrakin orang trus keluar dari Xenia pake kerudung yang entah darimana udah disiapin di dalam mobil : TOP BGT).  Seorang karyawan ingin terlihat baik di mata atasan dan istri, ah ini enak banget dah : kalo bos “ngatur2” anggaran buat proyek, saya siap bantu.

Memang demikian adanya. Ya tapi bukan untuk dimaklumi. Kebanyakan kita melakukan maksiat awalnya bukan karena kita gemar melakukannya, tapi lebih karena rasa “ga enak” kepada sesama manusia. Ga enak ama teman, ga enak ama atasan, ga enak ama istri dsb. Lama kelamaan kita sering melakukan maksiat tersebut, jadi biasa, jadi enaak.

Nah di poin yang ketiga ini, gimana caranya biar kita bisa menahan segala rasa “ga enak” itu tadi, adalah dengan selalu mengingat Allah dan siksa yang Ia siapkan buat kita yang berbuat maksiat. Seandainya kita berada di pinggir neraka dan kita diberi pilihan untuk masuk atau untuk menjauhi, pastilah kita pilih menjauhi. Disclaimer : penulis juga belum pernah berkunjung ke sana trus mengamati dengan baik apakah benar2 tidak ada manusia yang cukup curious trus milih nyebur buat liat dalamnya neraka kayak gimana.

Yang cowo-cowo, kalo bisa setiap buka koleksi 3gp (atau format codec lainnya :|) langsung terbayang neraka; neraka buat yang nonton, ama neraka buat yang ditonton. Hii takuts, hapus-hapus, tapi jangan terus siklusnya jadi tonton-takut-delete-downloadyangbaru ya. Yang sudah beristri, itu tolong istrinya jangan dicuekin trus ngabur ama partner kerja cantik ya. Yang belum beristri, dijaga pandangannya, tundukkan pandangan, tapi bukan buat ngincer cleavage ya.

Buat yang cewe-cewe, apa ya. Paling dijaga tampilannya, jangan hobi obral paha mulus (apalagi kalau ga mulus -_-). Yang pakai kerudung, kalo lagi ada temen cowo datang ke kosan, dipake ya kerudungnya. Kalo emang males pake kerudung indekost, mending ketemuannya di kampus/mall yang adem aja, biar ga ada alesan ah-panas-buka-ya. Yang belum pas nutup auratnya, ya tanya2 lah ama temen/keluarga yang udah pakai. Biasanya sih advice & kisah sukses dari temen bisa lebih ngefek daripada perintah dari ortu.

Oh iya ada pesan sponsor, buat semua baik cowo maupun cewe : JANGAN MEROKOK.

Semoga dengan membayangkan neraka itu tadi, rasa takut kita bisa melampaui rasa ga enak kita dan peer pressure dari lingkungan kita. Sehingga kita bisa menolak segala ajakan maksiat tersebut dan ga mau lagi deket-deket, takut nyebur.

====

Demikian khutbah pra traweh di malam ke delapan Ramadhan 1433H di langgar deket kosan penulis. Poin kedua, yang tentang kerendahdirian kepada yang diibadahi, kata khotib jadikan pe-er aja soalnya waktunya ga cukup. Sekian.

Note : kebanyakan jenis-jenis maksiat yang disebutkan di post ini, didasarkan pada pengalaman pribadi penulis. Jadi jangan terus dibilang “ah sendirinya ngelakuin, tapi nulis ginian macam udah sempurna” ya. Kan penulis juga pengen tobat -_-.

Written by fusuysamid

28 July, 2012 at 8:25 am

Posted in storyboard

Tagged with , ,

an attempt to answer “if everything has been written down, so why worry?”

leave a comment »

Banyaaaaaaak (SERING) sekali kutipan tersebut ditulis
lagi dan lagi

Dan aku pun mulai muak karena jujur saja aku tak setuju dengan bagian ‘everything‘.

if everything has been written down, so why worry?                 (original quotation)

Hingga malam ini, aku mencoba untuk meresapi maknanya,
Atau setidaknya memaknainya jikalau ternyata kata-kata itu tak bermakna.

Aku perhatikan mereka

Yang menulisnya,
Yang mendendangkannya,
Yang menjadikan itu judul post di blog-nya
Yang juga mencoba memaknainya

Hampir semuanya,
Bahkan aku belum mendapatkan penyangkal dari ‘semuanya’ agar aku layak menggunakan kata ‘hampir’

Semua orang2 itu

Baru saja dirundung derita
Over-expectating dan lalu kecewa
Dan sejenisnya

dan lalu merasa worry
dan ingin mencari pembenaran bahwa sesungguhnya mereka tidak perlu worry

Well, tampaknya aku gagal memahami maknanya

Baiklah, akan kucoba memberinya makna

Aku mulai dari kata pertama :

if

Melihat kata2 yang mengikutinya tidak mendukung untuk terbentuknya suatu pernyataan, maka aku menafsirkan bentuk yang ingin dinyatakan oleh orang2 itu adalah

if everything has been written down, then worry is needless                 (rephrased)

Hal pertama yang menjadi sasaran tembak di pikiranku adalah konsep logika, dimana pernyataan ‘if P then Q‘ selalu bernilai benar,
Jika P selalu bernilai SALAH.

Ooooh.. Maka bisa jadi ketidaksetujuanku pada ‘everything‘ sudah pada tempatnya,
Dimana jika ‘everthing has been written down‘ adalah suatu pernyataan yang salah, maka semua kemunculan itu adalah benar,
Dan (yang semoga) bentuk rephrased adalah bentuk yang ekuivalen dgn original quotation, maka semua kemunculannya adalah benar,
Sehingga boleh2 saja orang2 itu menuliskannya atau mendendangkannya,
Dan hanyalah rasa muakkulah yang tidak sepantasnya ada

Argumen diatas bertahan hingga aku membaca kutipan berikut

The pen has been lifted, the paper has been dried

Sekejab, segalanya nampak jelas kepadaku
Jawaban dari kata tanya ‘why‘ pada bentuk kutipan mula2
Tak perlu upaya menuliskan kembali
Tak perlu hukum2 logika
Jawabannya sederhana, sangat sederhana hingga aku tak mampu menyadarinya lebih cepat

Entah jawaban ini benar atau tidak, hanya Tuhan yang tahu

Aku hanya berharap, jawaban yang kuberikan ini bisa menjadi sedikit penghibur bagi mereka
Sehingga mereka tidak lagi menanyakan hal yang sama

if everything has been written down, so why worry?

Because
it (the worrying, done by you)
has been written
as well

Wallahu a’lam bishawab

Written by fusuysamid

27 September, 2010 at 10:08 pm

B 888 WAN

leave a comment »

24 Oktober 2009:

Abis nganter Rani ke UPI, rencana ketemu temennya eh gak jadi soalnya hujan. Yasud, abis ngetem di warnet bbrp jam, saatnya pulang. Naek Ciroyom-Lembang seperti biasa.

Di jalan Cihampelas, tiba2 terdengar suara derum mobil yang asing di telinga. Vroom vroom. Ehh ada mobil sedan warna kuning-jingga. Nomor polisi B 888 WAN. Semua orang di dalam angkot memperhatikan mobil itu. Sopir kenek penumpang, bahkan mas2 yang tadinya tertidur sampai mengeluarkan hp nya buat mengambil gambar mobil tersebut.

Tak hanya kami di dalam angkot, kerumunan orang yang lagi meramaikan Cihampelas juga terpaku melihat mobil tersebut. Menunjuk2. Berwajah terkejut.

Pengendara mobil adalah seorang pemuda. Nampaknya ia sendirian di mobil itu. Kemacetan jalan Cihampelas semakin menyukseskan ia dalam upaya vroomvroom dan menarik perhatian orang banyak. Tahan kopling, injak gas biar ramai.

Mobil itu sangat rendah. Tak berspoiler. Lubang knalpot tunggal di bagian tengah. Cat mulus. Tak terbayang berapa biaya asuransinya. Juga biaya mendatangkan mobil tersebut ke Indonesia. Juga pajak rutinnya.

A Murcielago is being shown off.

Written by fusuysamid

26 October, 2009 at 12:58 pm

Maki-maki Benq

leave a comment »

Sekitar minggu pertama Oktober :

Lagi asik2 maen, eeh tau2 layar leptop jadi blank. Eh tapi 2 detik kemudian dah normal lagi. Windows+D, di kanan bawah dah ada segitiga kuning dengan tanda seru di dalamnya. Pas diliat lebih lanjut, ada warning, intinya bilang kalo driver grafis kslwmgn (sembarangan ngetik itu, lupa nama benernya) baru aja rusak dan telah “successfully recovered”.

Yasud, nothing to worry berarti. Lanjut maen… Sekitar 30 detik kemudian, eh blank lagi. Windows+D gagal. Ctrl+Alt+Del gagal. Power button (yang di leptop disetel buat hibernet) gagal. Terpaksa garis keras : tahan power button.

Mencoba restart. BIOS pun gk ada yang ditampilin, cuma item (beda ya antara layar mati dengan nampilin warna item).

Pasrah.

Segera berkemas buat pergi ke BeMall, kan dulu dealernya disono. Eh udah sampe sana, ternyata kalo mau servis mesti ke Benq Zone di BEC. Yasud. Sampai di BEC, si mas2nya bilang ini VGA nya rusak, mesti ganti mobo : US$300. Yasud. Kapan beresnya mas? Oh sekarang lagi nunggu sperpartnya, kira2 pertengahan bulan ini datang. Ogt? Masi lama dunk. Makasih ya mas.

10 Oktober 2009:

Halo mas gimana sudah ada blum sperpartnya? Belum mas, paling tanggal 15 ini.. Hmmm makasih ya mas

13 Oktober 2009:

Dengan asumsi sperpart akan datang 2 hari mendatang, maka si leptop pun dititipkan di Benq Zone itu. Semoga 2 hari ini cukup buat analisis kerusakan, tanggal 15 datang sperpartnya, dan 3 hari kemudian sudah beres.

22 Oktober 2009:

kelamaan ah. Mas copotin harddisknya ya. Nanti saya ambil.

23 Oktober 2009:

harddisk diambil. Yang penting data2nya.

25 Oktober 2009:

wah belum datang mas sperpartnya.

26 Oktober 2009:

Argh. Akhirnya nelpon ke Galva pusat yang di Jakarta. Eehh.. ternyata di pusatnya ini juga gak punya sperpartnya. Pantes aja gk ada kiriman sperpart ke Bandung. Trus si mbak2nya bilang Iya mas kita sudah pesen ke pusat, tapi sampe sekarang blum dikirim juga. Pret lah.

Written by fusuysamid

26 October, 2009 at 12:43 pm

Posted in questioning, storyboard

Add New Post

leave a comment »

It has been a long time since last time I posted something in wordpress. I was so sick of the tension, but some things has gone in the way.

There’ll be no more candidate of my final project’s title. It is “Development Automated Essay Grading Method in Inequality Proving”. A late presentation means nothing – I wish everything can be re-arranged well.

I’m facebook-ing. Oh no, that was a developer account, but now?

I’ve forgotten ’bout the planned journey to rocket launching event. So has Hilman.

No more thing to say. I’m just sick of this all.

Written by fusuysamid

11 December, 2008 at 1:01 pm

Posted in storyboard

Tagged with

Training day 2 @ SSS

leave a comment »

  • For the first time, we’re picked up from hotel. No taxi required 🙂
  • We’re welcomed by Dennis Lischer, a writer from Purdue University in USA (whew, he’s so cute! oops.. he already got a wife >.<). He then introduced things about blogging : how to create an account, choose a template (or even brows from external template provider), etc etc. [9:30]
  • It’s time to implement! We started with changing the header. Oops, what the heck does “Crop picture” mean? [10:10]
  • As expected, the picture was too large to fit in header slot. Required size was 736 x 229, while our picture was 1500 x something larger than 229. Resizing the picture didn’t solve the problem : it said that there’s a disk error. Seems like Photoshop we used was a mobile one, and since Dennis already took his flash away, there’s nothing to do. [10:24]
  • Having moved to H meeting room, we were youtubing using special connection (by default, YouTube is blocked over here). We’re done by successfully adding a YouTube video into our WordPress post. [11:50]
  • Now we’re waiting for Farah, an officer (maybe “officer” is not a right choice of word) from MEASAT. It’s lunch time already and we got melon and kerupuk for our pre-launch meal 🙂
  • Eventually, RFP asked us to go to Kembang Goela rather than wait Farah’s coming. We then went to Kembang Goela on foot. Ms. Rini was already there. [12:40]
  • Lunch time! Es Cau as cooler and Gulai Kepala Ikan as warmer. I was not full already when we went back to SSS (so you’re not satisfied?). [14:20]
  • We had photo session with Farah after opened the showcase of gifts we brought from our own origin. These were paint from Urip, woodcraft from Alit, kendang from Sylvi and angklung from Hilman. The worst case scenario happened : Farah realized and said curiously “Once more…?”. I raised my hand and set a regretful face. [15:00]
  • We held a brainstorming about what gift we’re gonna give to Mr. Khrisnan collectively, facilitated by Ms. Martha and Yunita. Eventually we’re in agreement with [TBA in the right time].
  • I wrote this  post.

Written by fusuysamid

13 August, 2008 at 5:03 pm

Posted in storyboard

Tagged with , , ,

Training day 1 @ SSS

leave a comment »

  • Wow, I realized that “she’s really hot!”. Thanks to adisty for the quote! Please tell alfa not to be jealous, hehehe. [around 9:40, in a lift. I encouraged myself to “take a look” through mirror-like wall]
  • Eventually, you go to doctor, my honey. I really appreciated it, and thanks to him who has threatened you with “it could be a surgery” words. I do really miss u recently.. [around 12:28, Teacher Institute hall]
  • About SF by RFP, about MEASAT and about Russia by Ms. Martha. Continued about Baikonur, place to visit and survival kit by Ms. Mirta. [until 3 pm]
  • Went back to hotel, slept in taxi. It’s planned to be driven through MPR, and I woke up when the driver confused taking the flyover or not. Sorry, I suggested the wrong path 😛 [4.20 pm]
  • Being a witness of the winning of Park (Korean archer) to Alja (Deustch archer) @ TVRI [5.05 pm]
  • Took a bath (really?). Based on Yunita’s advise, we took our dinner @ Plaza Senayan; Senayan City is too classy for us. We then went back to hotel, not to mention we passed Istiqlal in our way home [21.15]
  • Deploy my notebook in hotspot area. Thanks to the hotel management for it!

Written by fusuysamid

13 August, 2008 at 1:46 am

Posted in storyboard

Tagged with , ,