Rebound

Do your best, and you'll get what is best for you

Archive for the ‘around the world’ Category

Belitong day 1

with one comment

OK, it starts with WHY. Pixel People Project (PPP) bekerja sama dengan Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, tepatnya bagian Direktorat Jendral Industri dan Menengah dalam pembangunan Telecenter, sebuah pusat informasi mengenai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam upaya mencari informasi, PPP kali ini berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke salah satu pulau di provinsi Bangka-Belitung, sebuah provinsi pecahan Sumatra Selatan. Pulau itu adalah Pulau Belitung, dengan Tanjung Pandan sebagai kota terbesarnya. Dalam perjalanan ini, PPP diwakili oleh M. Lukman (Luki) dan saya.

Perjalanan dimulai dari Bandung pada hari Rabu, 7 Juli 2010 pukul 01.30 di Bandung Supermall, menggunakan angkutan pemadu moda bus Primajasa jurusan bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Dari Cengkareng, kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat udara Sriwijaya Air dengan trayek CGK-TJQ, dimana TJQ merupakan kode IATA untuk bandar udara H. AS. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Pesawat tinggal landas pukul 06.30 dan perjalanan udara menempuh waktu 40 menit.

Sesampainya di Tanjung Pandan, saya melihat bandara di sana sangat sederhana. Ruang tempat klaim bagasi hanya memiliki dua conveyor system. Barang bagasi yang pertama kali muncul dari conveyor itu adalah sebuah spare part bumper mobil, yang kemudian diraih oleh seorang ibu-ibu. Luki menanti kopernya, sedangkan aku membuka pembicaraan dengan seorang ibu-ibu yang duduk di conveyor yang tidak digunakan. Aku bertanya kepadanya mengenai angkutan yang umum digunakan untuk transportasi bandara ke kota. Ia menerangkan bahwa di sini tidak terdapat angkutan umum (angkutan umum adalah kendaraan dengan pelat berwarna dasar kuning). Sebagai sarana transportasi ke kota Tanjung Pandan, beberapa “taxi” berplat hitam siap melayani, dengan tarif 50 ribu per orangnya.  Mahal juga, pikirku.

Setelah sekitar 30 menit menanti bagasi milik Luki, akhirnya koper yang ditunggu-tunggu itu muncul dan kami pun keluar dari ruang klaim itu. Di luar, sopir-sopir taxi itu pun menawarkan angkutannya, sementara kami tidak bergeming dengan tawaran itu karena berdasarkan informasi di website hotel tempat kami akan menginap,

Fasilitas jemput tamu dari bandara GRATIS (dengan konfirmasi sebelumnya

Luki kemudian menghubungi pihak hotel, dan mendapatkan jawaban bahwa jemputan dari bandara ke hotel dikenai biaya Rp50000,- per orang. Ketika dikonfrontasi dengan informasi yang tersedia di website, dengan entengnya ia menjawab bahwa info yang tertulis itu salah. Ketika mendengar Luki menyebut angka 50.000, seseorang yang dari tadi duduk di dekat kami langsung menyahut, yang isi sahutannya adalah iklan bahwa ia menyediakan angkutan ke hotel tersebut hanya dengan harga 30 ribu rupiah. Setelah tawar menawar, orang yang belakangan kami ketahui bernama Pak Sofyan tersebut menyetujui untuk mengantar kami ke hotel dengan biaya total 55 ribu. Ia pun mengantar kami menggunakan mobil Avanza dan sepanjang perjalanan sejauh kurang lebih 30 menit itu, kami mengeruk informasi dari beliau mengenai kondisi Belitung : hasil alam, kerajinan khas, makanan khas, obyek wisata dll.

Sesampainya di hotel, kami membersihkan badan dan kemudian langsung memulai proses survei. Sebagai sarana transportasi, kami menyewa motor dari pihak hotel dengan biaya 7o ribu rupiah per 24 jam. Perut yang lapar kami isi dengan mie belitung, sebuah varian dari mie kuah dengan  condiment mirip gado-gado : ada tauge, potongan cakwe, tahu, kentang dll. Setelah itu kami menuju ke Dinas Perindustrian setempat untuk melaporkan kedatangan kami dan meminta info lebih detail mengenai potensi UKM di daerah Belitung. Di sana kami sempat melihat beberapa hasil kerajinan, seperti anyam-anyaman, kain cual dan tailing timah.  Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke gallery UMKM dan kami melihat lebih banyak hasil kerajinan setempat, seperti kerajinan dengan bahan rumah kerang-kerangan, batu satam, madu, hingga proses penenunan kain cual.

Mie gado-gadoContoh anyam-anyaman berwarna hijau

Hari mulai siang dan kami mulai merasa lapar kembali. Kali ini kami bertekad untuk mencicipi gangan, yang berdasarkan informasi dari Pak Sofyan, berupa gulai kepala ikan. Setelah bertanya dengan mbak-mbak kasir di galeri, kami pun mencari rumah makan yang direkomendasikan : sebuah rumah makan padang bernama Sakato. Belum usai menikmati gangan, gerimis turun dan kami segera kembali menuju hotel. Hujan akhirnya turun dengan derasnya sehingga kami tidak bisa kemana-mana hingga pukul 9 malam.

Malam harinya kami menuju pantai Tanjung Pandan dan mencari makanan. Untuk masuk ke wilayah tersebut, penjaga gerbang memungut biaya seribu rupiah per orang. Kami berkeliling, melakukan skimming terhadap menu-menu yang disajikan warung-warung yang ada, dan menemukan sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Sesuatu itu disebut “panpi” oleh beberapa warung, dan “pampi” oleh warung yang lain. Kami lalu mencari warung yang paling ramai, dengan asumsi yang paling ramai adalah yang paling enak. Saat ditanya mengenai pampi, pelayan menerangkan bahwa pampi itu tak lain adalah kwetiaw. Luki memesan seporsi panpi goreng, es kacang hijau dan otak-otak, sementara aku memesan bakso+iga dan es kopi susu.

Kami lalu kembali ke hotel dan menunggu pertandingan semifinal Piala Dunia. Spanyol mengalahkan Jerman.

Advertisements

Written by fusuysamid

10 July, 2010 at 7:14 pm

Posted in around the world

Life is so colorful!

leave a comment »

Semuanya beraneka ragam!
Adat
Karakter
Bentuk wajah
Orientasi hidup
Pemikiran terhadap Tuhan

Maka dari itu marilah kita keluar dari tempurung ini, melihat sebagian dunia yang lain, dan sebagian dunia yang lain.

Semoga dengan demikian hati kita terbuka dan bisa menerima semua petunjuk dari Tuhan. Amin.

Written by fusuysamid

6 June, 2010 at 12:43 pm

Hasil jalan-jalan pelatihan menuju OSP

leave a comment »

Jadi intinya saat pembinaan olimpiade matematika oleh Centrion di SMA 8 Jakarta, SMA Al-Azhar Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya cuma bikin 3 set soal. Soal-soal tersebut hasil kompilasi dari AMC 12 dan AIME, diambil dari beberapa tahun berbeda. Ketiga set soal itu digunakan sebagai soal tes di tiga tempat itu. Yaa itung-itung sekalian hemat soal (gak usah ngobral soal), sekaligus bisa jadi alat ukur perbandingan, kan soal yang dipake sama (lebih dari sekadar memiliki tingkat kesulitan yang sama).

Set soal 1 dapat diunduh di tes1. Solusinya sini. Set soal ini digunakan sebagai tes awal di SMA 8 Jakarta, Mid-test di Sumbawa, dan Final (and only) Test di Al-Azhar.

Set soal 2 dapat diunduh di Tes2, dan solusinya Solusi Tes2. Set soal ini digunakan sebagai Mid-Test di SMA 8 Jakarta.

Written by fusuysamid

30 May, 2010 at 7:19 pm

Posted in around the world, math

B 888 WAN

leave a comment »

24 Oktober 2009:

Abis nganter Rani ke UPI, rencana ketemu temennya eh gak jadi soalnya hujan. Yasud, abis ngetem di warnet bbrp jam, saatnya pulang. Naek Ciroyom-Lembang seperti biasa.

Di jalan Cihampelas, tiba2 terdengar suara derum mobil yang asing di telinga. Vroom vroom. Ehh ada mobil sedan warna kuning-jingga. Nomor polisi B 888 WAN. Semua orang di dalam angkot memperhatikan mobil itu. Sopir kenek penumpang, bahkan mas2 yang tadinya tertidur sampai mengeluarkan hp nya buat mengambil gambar mobil tersebut.

Tak hanya kami di dalam angkot, kerumunan orang yang lagi meramaikan Cihampelas juga terpaku melihat mobil tersebut. Menunjuk2. Berwajah terkejut.

Pengendara mobil adalah seorang pemuda. Nampaknya ia sendirian di mobil itu. Kemacetan jalan Cihampelas semakin menyukseskan ia dalam upaya vroomvroom dan menarik perhatian orang banyak. Tahan kopling, injak gas biar ramai.

Mobil itu sangat rendah. Tak berspoiler. Lubang knalpot tunggal di bagian tengah. Cat mulus. Tak terbayang berapa biaya asuransinya. Juga biaya mendatangkan mobil tersebut ke Indonesia. Juga pajak rutinnya.

A Murcielago is being shown off.

Written by fusuysamid

26 October, 2009 at 12:58 pm